SEJARAH DAN PERISTIWA-PERISTIWA PENTING PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
A.
Indonesia berasal dari
bahasa Yunani yaitu hindus (hindu) dan donessos (kepulauan). Yang memberi nama
adalah seorang sarjana Inggris yaitu George Samuel Windsorearl (1850), dan yang
mempopulerkan nama Indonesia adalah seorang etnolog Jerman yaitu Adolf Bashan.
B.
Bahasa Melayu Kuno
Sejak
zaman kerajaan Sriwijaya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Melayu Kuno. Pada tahun 1901, Indonesia sebagai Hindia-Belanda
mengadopsi ejaan Van Ophuijsen dan pada tahun 1904 Persekutuan Tanah Melayu (kelak menjadi
bagian dari Malaysia) di bawah Inggris mengadopsi ejaan Wilkinson. Ejaan Van
Ophuysen diawali dari penyusunan Kitab Logat Melayu
(dimulai tahun 1896) van Ophuijsen, dibantu oleh Nawawi Soetan
Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Kemudian pada tahun
1908 Pemerintah Hindia-Belanda (VOC) mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku
bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat). Intervensi pemerintah semakin kuat
dengan dibentuknya Commissie voor de Volkslectuur ("Komisi Bacaan
Rakyat" - KBR) pada tahun 1908, yang kemudian pada
tahun 1917 ia diubah menjadi Balai Pustaka. Balai itu menerbitkan buku-buku
novel seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam,
penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa
Melayu di kalangan masyarakat luas.
C.
Tahun-Tahun penting
yang mengandung arti sangat menentukan da;lam perkembangan Bahasa Indonesia
1. Pada
tahun 1901 disusun ejaan resmi Bahasa Melayu oleh Ch. Van Ophuijsen dan dimuat
dalam Kitab Logat Melayu.
2. Pada
tahun 1908 pemerintah mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang
diberi nama Commissie Voor De
Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah
menjadi Balai Pustaka. Balai
Pustaka menerbitkan buku-buku novel,
seperti Sitti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun
bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu
penyebaran Bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas. Kehadiran dua novel itu
di masa kini di toko buku menjadi bukti bahwa Bahasa Indonesia sudah ada dan
sudah dipakai sebelum tahun 1928.
3. Tanggal
28 Oktober 1928 merupakan saat-saat yang paling menentukan dalam perkembangan
Bahasa Indonesia karena pada tanggal 28 Oktober 1928 itulah para pemuda pilihan
memancangkan tonggak yang kukuh untuk perjalanan Bahasa Indonesia.
4. Pada
tahun 1933 secara resmi berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan
dirinya Pujangga Baru yang dipimpin
oleh Sutan Takdir Alisjahbana dan kawan-kawan.
5. Pada
tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia 1 di Solo.
Putusannya adalah bahwa pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia telah
dilakukan secara sadar oleh cendikiawan dan budayawan kita saat itu.
6. Pada
tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah
satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
7. Pada
tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik (Ejaan Soewandi)
sebagai pengganti Ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
8. Kongres
Bahasa Indonesia II di Medan pada tanggal 28 Oktober-2 November 1954 memutuskan
bahwa bangsa Indonesia bertekad untuk terus-menerus menyempurnakan Bahasa
Indonesia yang diangkat sebagai bahasa nasional dan ditetapkan sebagai bahasa
negara itu.
9. Pada
tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan Ejaan
Bahasa Indonesia yang disempurnakan melalui pidato kenegaraan di depan sidang
DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57, tahun 1972.
10. Pada
tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang
Disempurnakan dan Pedoman Umum
Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh Indonesia.
11. Kongres
Bahasa Indonesia III yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2
November 1978 merupakan peristiwa yang penting bagi kehidupan Bahasa Indonesia.
Kongres yang diadakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda yang kelima
puluh ini, selain memperihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan Bahasa
Indonesia sejak tahun 1928, juga memutuskan untuk terus berusaha memantapkan
kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia.
12. Kongres
Bahasa Indonesia IV diselenggarakan di Jakarta pada 21-26 November 1983.
Kongres ini diselanggarakan dalam rangka peringatan hari Sumpah Pemuda yang
ke-55. Dalam putusannya disebut bahwa pembinaan dan pengembangan Bahasa
Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum dalam
Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara
Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
13. Kongres
Bahasa Indonesia V juga diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-3 November
1988. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar Bhasa Indonesia
dari seluruh Nusantara dan peserta tamu dari Indonesia dari seluruh Nusantara
dan peserta tamu dari negara sahabat, seperti Malaysia, Singapura, Brunei
Darussalam, Belanda, Jerman dan Australia. Kongres ini ditandai dengan
dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pegembangan Bahasa kepada
pecinta bahasa di Nusantara, yakni berupa (1) Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan (2) Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
14. Kongres
Bahasa Indonesia VI diadakan di Jakarta pada tanggal 28 Oktober-2 November
1993. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu
dari mancanegara (Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India,
Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat). Kongres
mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya
menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang
Bahasa Indonesia.
15. Kongres
Bahasa Indonesia VII diselenggarakan di Hotel Indonesia Jakarta pada 26-30
Oktober 1998. Kongres ini mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Keanggotaannya
terdiri atas tokoh masyarakat dan pakar yang mempunyai kepedulian terhadap
bahasa dan sastra.
b. Tugasnya
ialah memberikan nasihat kepada Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa serta
mengupayakan peningkatan status kelembagaan Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa.
16. Kongres
Bhasa Indonesia VIII. Kongres ini diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14-17
Oktober 2003.
D.
Kedudukan
1. Sebagai
Bahasa Nasional : Lahir 28 oktober 1928
(Sumpah Pemuda) lingra franca, struktur sederhana dan demokratis.
2. Sebagai
Bahasa Negara : Lahir 18 oktober 1945
bertepatan dengan pembuatan Undang-Undang Dasar 1945 dan tercantum dalam
pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Bab XV pasal 36.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar